Minggu, 25 Oktober 2009 - 07:55:45 WIB
Dalam Dua Pekan, KCB 2 Ditonton 1,5 Juta Penonton
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 99 kali

Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 2 diyakini bakal mereguk sukses seperti sekuel pertamanya Sejak diputar perdana tanggal 17 September lalu atau selama 15 hari, film garapan SinemArt telah disaksikan 1,5 juta penonton.

Rekor yang sama juga dialami KCB 1. "Pada pemutaran KCB 1 kami bisa memecah rekor pemutaran film di Indonesia, yaitu mendapat penonton sebanyak 100.000 perhari," ungkap Frans dari SinemArt saat promo film KCB 2 di Royal Plaza, Minggu (4/10).

Pihak SinemArt berharap KCB 2 bisa meraih prestasi minimal sama dengan KCB 1 dengan total 3 juta penonton. Untuk mencapai target tersebut, pihak SinemArt tak henti melakukan serangkaian promo di sejumlah kota di Tanah Air maupun di mancanegara.

"Hari ini (Minggu, 4/10), Kholidi (Kholidi Asadil Alam, pemeran Azzam) dan Oki (Oki Setiana Dewi pemeran Anna) ke Hongkong untuk promo di sana," imbuh Frans. Pekan depan (10-12 Oktober 2009), giliran Meyda Sefira berangkat ke Makau untuk kegiatan yang sama.

Film besutan sutradara Chaerul Umam ini juga dijadwalkan diputar di Aceh pada tanggal 11-12 Oktober mendatang. Menurut Frans, pemutaran KCB 1 di kota yang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah ini ditonton 8.000 orang.

Padahal di kota tersebut sama sekali tidak ada gedung bioskop. Karena itu kru SinemArt terpaksa mengusung peralatan khusus dari Jakarta dan memutar di sebuah gedung khusus selama dua hari dalam tujuh kali show.

Bertutur tentang kesan berperan di KCB 2, Kholidi beberapa waktu lalu mengaku paling terkesan dengan adegan kecelakaan saat membonceng Bu'e (Ninik L Karim). Karena ketika sepeda motornya terjatuh dia harus teriak memanggil ibundanya. "Bu'eee! Wah itu lumayan sulit," ungkap Kholidi.

Adegan lain yang cukup berkesan adalah ketika pria asal Pasuruan ini terkapar di rumah sakit paska kecelakaan yang dia alami. "Ekspresi orang sakitnya kan harus dapat. Terus suaranya juga harus disesuaikan, tidak seperti kita ngomong biasa, jadi agak sedikit tertahan di tenggorokan, powernya tidak full seperti ngomong biasanya," bebernya.

Untuk adegan itu Kholidi yang kini menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Jakarta melakukan observasi pada beberapa orang yang pernah mengalami kecelakaan. "Aku juga tanya-tanya ke dokter. Ternyata di tempat tidurnya nggak bisa pakai bantal, posisi badannya harus lurus. Terus kalau ada gips di kaki, posisi jalan kita akan seperti apa. Biar nantinya terlihat lebih reel lah adengannya," pungkas Kholidi. (sumber: surya.co.id)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)